Mau Bikin Usaha di Bulan Puasa Tapi Ada PSBB? Ini Alternatifnya

Beberapa bulan sebelum puasa, biasanya banyak orang sudah berpikir untuk berbisnis demi menambah pundi-pundi penghasilan. Tidak jarang, orang sampai rela mengajukan pinjaman tunai sebagai modal untuk berjualan selama Ramadan hingga Lebaran. Karena seperti yang kita tahu, selain ibadah, Ramadan dan Lebaran yang datang setahun sekali juga jadi momen di mana tingkat konsumsi dan belanja rumah tangga jadi meningkat dibanding bulan-bulan biasanya. Peluang emas untuk berbisnis!

 

Sayangnya, karena wabah virus Corona, bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini akan sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada lagi keramaian dan kumpul-kumpul seperti aktivitas ngabuburit yang biasa dilakukan orang jelang berbuka puasa. Selain itu, PSBB atau Peraturan Sosial Berskala Besar, imbauan untuk berdiam diri dan melakukan karantina di rumah, dan anjuran untuk tidak mudik, juga sudah resmi diterapkan oleh pemerintah daerah secara bergilir dan wajib diikuti oleh masyarakat. 

Selama PSBB berlangsung, aktivitas masyarakat wajib berhenti sementara waktu kecuali, untuk aktivitas pelaku usaha yang bergerak di bidang: kesehatan, kebutuhan sehari-hari, bahan pangan (makanan/minuman), energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik serta industri lain yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu. 

Nah, berdasarkan peraturan tersebut, jika kamu berniat mau tetap bikin usaha selama PSBB tapi tidak melanggar peraturan dan tetap menghindari keramaian, kamu bisa mencoba tiga alternatif berikut ini: 

Mengutamakan produk makanan frozen dan siap saji

Makanan yang biasanya laris manis selama bulan puasa dan kerap ditemui dengan mudah di pinggir jalan adalah takjil dan lauk pauk jadi untuk hidangan berbuka serta sahur. Selain itu, produk fashion seperti baju gamis, baju muslim, mukena, kerudung, dan lain sebagainya, juga akan laris jelang 2 minggu menuju Lebaran. Namun, berhubung selama masa pandemi kita perlu menghindari keramaian, ada baiknya jika kamu tertarik jualan makanan: utamakan jenis makanan beku yang tahan lama untuk beberapa minggu atau bahan siap saji yang bisa dibuat sendiri di rumah. Misalnya satu paket sayur siap rebus, satu paket oseng-oseng daging siap tumis, dan lain sebagainya. 

Dengan begitu, kamu nggak perlu repot buka warung di pinggir jalan atau memasak makanan jadi yang berisiko basi kalau nggak habis terjual. Mengingat kondisi ekonomi yang menurun selama wabah, ada kemungkinan tingkat belanja untuk produk fashion hari raya juga akan menurun. Hindari menyetok barang atau produk fashion secara berlebihan. Sebagai gantinya, kamu dapat beralih ke produk makanan untuk lebaran seperti kue kering dan aneka snack, parcel, dan lain sebagainya. 

Jualan dengan sistem pre-order & layanan antar

Setelah menentukan produk apa yang mau dijual selama puasa hingga Lebaran, kamu dapat menerapkan sistem pre-order demi menghemat modal bisnis, sekaligus layanan gratis antar (untuk wilayah dekat) demi menjaga kesehatan dan mematuhi PSBB. Ketika menggunakan sistem pre-order, artinya kamu perlu menyiapkan sejumlah katalog digital mengenai produk yang dijual beserta gambarnya. 

Untuk membuat katalog dan foto produk yang bagus, tentu saja kamu harus berusaha dan mengeluarkan modal untuk stok barang. Kalau mau jualan kue kering, maka kamu perlu membuat sample-nya untuk difoto. Kalau mau jualan bahan makanan siap jadi, kamu perlu belanja dan membuat paket makanan sesuai menu yang dipilih. Setelah katalognya jadi, kamu bisa menyebarnya melalui media sosial hingga messenger online (grup WhatsApp atau Telegram). Tak lupa juga sertakan informasi harga, bagaimana cara pemesanan, batas waktu pesan sebelum antar, cara pembayaran, dan cara pengiriman. 

Gunakan WhatsApp atau Telegram untuk media promosi

Untuk kamu yang baru mencoba jualan di bulan puasa tahun ini, ada baiknya kamu menggunakan platform WhatsApp atau Telegram dibanding promosi melalui Instagram atau Facebook yang memerlukan basis massa atau followers lebih dulu untuk meningkatkan popularitas produk. Selain mengirimkan katalog atau foto produk secara langsung ke kontak WhatsApp & Telegram yang kamu miliki, kamu juga bisa upload stories di WhatsApp yang bisa membuat banyak orang melihat produk jualanmu tanpa perlu merasa “di spam” lewat chat. Bukan cuma gratis, WhatsApp & Telegram juga merupakan dua aplikasi messenger online yang saat ini banyak digunakan orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Untuk media promosi produk, WhatsApp & Telegram bisa menjadi platform yang cukup efektif dan tepat sasaran. 

Butuh tambahan modal buat coba jualan selama Ramadan?

Kalau tabungan belum cukup buat modal jualan, kamu bisa mencoba mendapatkan sisanya melalui pinjaman tunai. Dengan syarat, saat ini kamu masih memiliki pekerjaan stabil, penghasilan lancar, dan beban utang yang belum lebih dari 30% total penghasilan. Pinjaman tunai sekarang ini bisa dengan mudah didapat melalui fintech legal dan terpercaya yang sudah terdaftar di OJK, seperti Kredivo. Tidak perlu keluar rumah, cukup download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store melalui smartphone-mu, kemudian daftar sebagai pengguna. 

Pilih daftar sebagai pengguna Premium jika kamu mau memiliki peluang mendapatkan limit maksimal hingga Rp 30 juta. Bukan cuma itu, fitur pinjaman tunai yang ada di aplikasi Kredivo juga hanya diperuntukkan bagi pengguna Premium. Jadi, jika kamu saat ini sudah terdaftar sebagai pengguna Basic, kamu perlu upgrade akun ke Premium lebih dulu untuk bisa mencairkan limit yang dimiliki menjadi pinjaman tunai. 

Pinjaman tunai di Kredivo terbagi menjadi dua jenis, yaitu: pinjaman mini dan pinjaman jumbo. Pinjaman mini berlaku untuk pengajuan pinjaman minimal sebesar 500 ribu, dengan waktu pengembalian maksimal 30 hari. Sementara pinjaman jumbo berlaku untuk pengajuan pinjaman minimal sebesar Rp 1 juta, dengan opsi tenor 3 atau 6 bulan. Kredivo menerapkan suku bunga tetap 2,95% per bulan untuk pinjaman tunai. Buat modal bisnis, dijamin nggak bikin kantong bolong! Namun sebelum pinjam dana, pastikan kamu sudah merencanakan bisnis yang mau dijalankan dengan matang ya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *