Month: May 2020

7 Dampak Buruk Mandi Malam Terlalu Sering, Hindari jika Tak Terpaksa

Apa itu mandi junub? Mandi junub ini adalah mandi yang diwajibkan oleh agama Islam atas orang-orang mukallaf dari kalangan pria maupun wanita untuk membersihkan diri dari hadats besar. Dalam Sayari’at Islam, mandi junub ini dinamakan mandi wajib dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh. 

Selain itu, Mandi junub ini juga termasuk dari perkara syarat sahnya shalat, sehingga apabila anda tidak mengerjakannya dengan cara yang benar maka mandi junub anda tidak dianggap sah sehingga anda masih belum lepas dari hadats besar. Alhasil, shalat anda pun akan dianggap tidak sah jika anda melakukannya dalam keadaan belum bersih dari hadats kecil maupun besar.  

Sedangkan yang namanya mandi junub yang benar itu adalah mandi junub yang dilakukan dengan mengamalkan tata cara mandi junub yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi wa sallam. Lalu bagaimana tata cara mandi junub yang dicontohkan oleh Rasulullah itu? Untuk lebih jelasnya berikut ulasannya.

  1. Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam telah bersabda : “Barangsiapa yang meninggalkan bagian tubuh yang harus dialiri air dalam mandi junub/mandi janabat walaupun satu rambut tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadanya demikian dan demikian dari api neraka”. (HR. Abu Dawud dalam Sunannya hadits ke 249 dan Ibnu Majah dalam Sunannya hadits ke 599. Dan Ibnu Hajar Al Asqalani menshahihkan hadits ini dalam Talkhishul Habir jilid 1 halaman 249). 

Dengan demikian, anda harus meratakan air ketika mandi junub ke seluruh tubuh dengan penuh kehati-hatian sehingga dilakukan penyiraman air ke tubuh anda itu berkali-kali dan merata. 

  1. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha beliau menyatakan : “Kebiasaannya Shallallahu ‘alahi wa sallam apabila mandi janabat/junub, beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian beliau berwudhu’ seperti wudhu’ beliau untuk sholat, kemudian beliau memasukkan jari-jemari beliau ke dalam air, sehingga beliau menyilang-nyilang dengan jari-jemari itu rambut beliau, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuh beliau”. (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya hadits nomor 248 (Fathul Bari) dan Muslim dalam Shahihnya hadits ke 316. Dalam riwayat Muslim ada tambahan lafadz berbunyi demikian  : “Kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuhnya, kemudian mencuci kedua telapak kakinya”).  

Jadi dalam hadits ini mandi janabat Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau memasukkan air ke sela-sela rambut beliau dengan jari-jemari beliau. Hal ini untuk memastikan ratanya air mandi junub itu sampai kulit kepala yang ada di balik rambut yang tumbuh di atasnya. Sehingga air mandi janabat itu benar-benar mangalir ke seluruh kulit tubuh. 

  1. Dari Maimunah Ummul Mu’minin menceritakan : “Aku dekatkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam air mandi beliau untuk janabat. Maka beliau mencuci kedua telapak tangan beliau dua kali atau tiga kali, kemudian beliau memasukkan kedua tangan beliau ke dalam bejana air itu, kemudian beliau mengambil air dari padanya dengan kedua telapak tangan itu untuk kemaluannya dan beliau mencucinya dengan telapak tangan kiri beliau, kemudian setelah itu beliau memukulkan telapak tangan beliau yang kiri itu ke lantai dan menggosoknya dengan lantai itu dengan sekeras-kerasnya. 

Kemudian setelah itu beliau berwudhu’ dengan cara wudhu’ yang dilakukan untuk shalat. Setelah itu beliau menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali tuangan dengan sepenuh telapak tangannya. Kemudia beliau membasuh seluruh bagian tubuhnya. Kemudian beliau mencuci telapak kakinya, kemudian aku bawakan kepada beliau kain handuk, namun beliau menolaknya.” (HR. Muslim dalam Shahihnya hadits ke 317 dari Ibnu Abbas).

 

Beberapa bulan sebelum puasa, biasanya banyak orang sudah berpikir untuk berbisnis demi menambah pundi-pundi penghasilan. Tidak jarang, orang sampai rela mengajukan pinjaman tunai sebagai modal untuk berjualan selama Ramadan hingga Lebaran. Karena seperti yang kita tahu, selain ibadah, Ramadan dan Lebaran yang datang setahun sekali juga jadi momen di mana tingkat konsumsi dan belanja rumah tangga jadi meningkat dibanding bulan-bulan biasanya. Peluang emas untuk berbisnis!

 

Sayangnya, karena wabah virus Corona, bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini akan sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada lagi keramaian dan kumpul-kumpul seperti aktivitas ngabuburit yang biasa dilakukan orang jelang berbuka puasa. Selain itu, PSBB atau Peraturan Sosial Berskala Besar, imbauan untuk berdiam diri dan melakukan karantina di rumah, dan anjuran untuk tidak mudik, juga sudah resmi diterapkan oleh pemerintah daerah secara bergilir dan wajib diikuti oleh masyarakat. 

Selama PSBB berlangsung, aktivitas masyarakat wajib berhenti sementara waktu kecuali, untuk aktivitas pelaku usaha yang bergerak di bidang: kesehatan, kebutuhan sehari-hari, bahan pangan (makanan/minuman), energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik serta industri lain yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu. 

Nah, berdasarkan peraturan tersebut, jika kamu berniat mau tetap bikin usaha selama PSBB tapi tidak melanggar peraturan dan tetap menghindari keramaian, kamu bisa mencoba tiga alternatif berikut ini: 

Mengutamakan produk makanan frozen dan siap saji

Makanan yang biasanya laris manis selama bulan puasa dan kerap ditemui dengan mudah di pinggir jalan adalah takjil dan lauk pauk jadi untuk hidangan berbuka serta sahur. Selain itu, produk fashion seperti baju gamis, baju muslim, mukena, kerudung, dan lain sebagainya, juga akan laris jelang 2 minggu menuju Lebaran. Namun, berhubung selama masa pandemi kita perlu menghindari keramaian, ada baiknya jika kamu tertarik jualan makanan: utamakan jenis makanan beku yang tahan lama untuk beberapa minggu atau bahan siap saji yang bisa dibuat sendiri di rumah. Misalnya satu paket sayur siap rebus, satu paket oseng-oseng daging siap tumis, dan lain sebagainya. 

Dengan begitu, kamu nggak perlu repot buka warung di pinggir jalan atau memasak makanan jadi yang berisiko basi kalau nggak habis terjual. Mengingat kondisi ekonomi yang menurun selama wabah, ada kemungkinan tingkat belanja untuk produk fashion hari raya juga akan menurun. Hindari menyetok barang atau produk fashion secara berlebihan. Sebagai gantinya, kamu dapat beralih ke produk makanan untuk lebaran seperti kue kering dan aneka snack, parcel, dan lain sebagainya. 

Jualan dengan sistem pre-order & layanan antar

Setelah menentukan produk apa yang mau dijual selama puasa hingga Lebaran, kamu dapat menerapkan sistem pre-order demi menghemat modal bisnis, sekaligus layanan gratis antar (untuk wilayah dekat) demi menjaga kesehatan dan mematuhi PSBB. Ketika menggunakan sistem pre-order, artinya kamu perlu menyiapkan sejumlah katalog digital mengenai produk yang dijual beserta gambarnya. 

Untuk membuat katalog dan foto produk yang bagus, tentu saja kamu harus berusaha dan mengeluarkan modal untuk stok barang. Kalau mau jualan kue kering, maka kamu perlu membuat sample-nya untuk difoto. Kalau mau jualan bahan makanan siap jadi, kamu perlu belanja dan membuat paket makanan sesuai menu yang dipilih. Setelah katalognya jadi, kamu bisa menyebarnya melalui media sosial hingga messenger online (grup WhatsApp atau Telegram). Tak lupa juga sertakan informasi harga, bagaimana cara pemesanan, batas waktu pesan sebelum antar, cara pembayaran, dan cara pengiriman. 

Gunakan WhatsApp atau Telegram untuk media promosi

Untuk kamu yang baru mencoba jualan di bulan puasa tahun ini, ada baiknya kamu menggunakan platform WhatsApp atau Telegram dibanding promosi melalui Instagram atau Facebook yang memerlukan basis massa atau followers lebih dulu untuk meningkatkan popularitas produk. Selain mengirimkan katalog atau foto produk secara langsung ke kontak WhatsApp & Telegram yang kamu miliki, kamu juga bisa upload stories di WhatsApp yang bisa membuat banyak orang melihat produk jualanmu tanpa perlu merasa “di spam” lewat chat. Bukan cuma gratis, WhatsApp & Telegram juga merupakan dua aplikasi messenger online yang saat ini banyak digunakan orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Untuk media promosi produk, WhatsApp & Telegram bisa menjadi platform yang cukup efektif dan tepat sasaran. 

Butuh tambahan modal buat coba jualan selama Ramadan?

Kalau tabungan belum cukup buat modal jualan, kamu bisa mencoba mendapatkan sisanya melalui pinjaman tunai. Dengan syarat, saat ini kamu masih memiliki pekerjaan stabil, penghasilan lancar, dan beban utang yang belum lebih dari 30% total penghasilan. Pinjaman tunai sekarang ini bisa dengan mudah didapat melalui fintech legal dan terpercaya yang sudah terdaftar di OJK, seperti Kredivo. Tidak perlu keluar rumah, cukup download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store melalui smartphone-mu, kemudian daftar sebagai pengguna. 

Pilih daftar sebagai pengguna Premium jika kamu mau memiliki peluang mendapatkan limit maksimal hingga Rp 30 juta. Bukan cuma itu, fitur pinjaman tunai yang ada di aplikasi Kredivo juga hanya diperuntukkan bagi pengguna Premium. Jadi, jika kamu saat ini sudah terdaftar sebagai pengguna Basic, kamu perlu upgrade akun ke Premium lebih dulu untuk bisa mencairkan limit yang dimiliki menjadi pinjaman tunai. 

Pinjaman tunai di Kredivo terbagi menjadi dua jenis, yaitu: pinjaman mini dan pinjaman jumbo. Pinjaman mini berlaku untuk pengajuan pinjaman minimal sebesar 500 ribu, dengan waktu pengembalian maksimal 30 hari. Sementara pinjaman jumbo berlaku untuk pengajuan pinjaman minimal sebesar Rp 1 juta, dengan opsi tenor 3 atau 6 bulan. Kredivo menerapkan suku bunga tetap 2,95% per bulan untuk pinjaman tunai. Buat modal bisnis, dijamin nggak bikin kantong bolong! Namun sebelum pinjam dana, pastikan kamu sudah merencanakan bisnis yang mau dijalankan dengan matang ya.