5 Tips Mengajarkan Kemandirian pada Anak Sejak Dini

Dummy

Orangtua pasti menginginkan anaknya semakin mandiri seiring dengan bertumbuh kembangnya kemampuan mereka. Anda bisa mengajarkan mereka tentang kemandirian melalui 5 tips di bawah ini. Jangan takut membiarkan mereka mencoba hal baru dan kotor-kotoran hingga mereka bisa sendiri dan mandiri.

Selain itu, Anda juga tak perlu takut bila mereka kotor ataupun bau dalam proses belajar mandirinya. Sekarang ada DOREMI Thomas & Friends yang akan mengatasinya dengan memberikan kesegaran dari harum buah-buahan yang dimilikinya. Jadi, Anda tinggal fokus saja mengajarkan anak-anak perihal kemandirian sejak dini.

  1. Berikan Pilihan

Anda bisa memberikan mereka pilihan terhadap permainan yang ingin mereka lakukan. Biarkan mereka menentukan sendiri tanpa Anda ikut campur sedikitpun. Cara ini bisa diterapkan di mana saja apakah di rumah ataupun ketika sekolah. Berikan mereka ruang untuk berekplorasi tapi tetap diperhatikan apa yang mereka kerjakan.

Memberikan kebebasan bagi mereka untuk memilih sendiri ini bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak serta kemandiriannya juga. Bila mereka berhasil melakukan sesuatu yang baik, pujilah kreativitas dan imajinasi mereka untuk mendorong mereka menjadi lebih mandiri dalam segala hal.

  1. Hadir tapi Tidak Terlihat

Cara selanjutnya adalah Anda bisa tetap mendampingi anak Anda namun jangan terlalu terlibat. Bermain sendiri bisa membuat perkembangan mereka lebih baik. Mereka punya lebih banyak kreativitas. Meski biasanya pada awalnya anak Anda akan mengajak Anda bermain, lama kelamaan mereka akan melupakan Anda dan malah bermain sendiri.

Tak hanya membiarkan mereka bermain sendiri tanpa bantuan Anda, Anda juga bisa mencoba membiarkan mereka menggunakan peralatan makan sendiri. Ini bisa melatih kemandirian mereka dan tidak meminta bantuan dari oranglain sebelum mereka tak bisa.

  1. Biarkan Mereka Berusaha Sendiri

Langkah lainnya adalah membiarkan mereka berusaha sendiri. Saat mereka menghadapi permainan yang agak rumit, mereka akan mencari solusi akan permainan tersebut. Biarkan mereka berusaha sendiri menemukan solusinya hingga mencapai keberhasilan.

Biasanya, orangtua akan membantu anak-anak ketika mereka menemukan kesulitan. Tapi sebenarnya itu tak baik untuk kemandirian mereka padahal permainan yang rumit tersebut mengajarkan anak Anda untuk belajar cara trial dan error. Biarkan mereka mengeksplorasi diri sendiri, ya!

  1. Berikan Dorongan

Cara untuk mengembangkan kemandirian anak selanjutnya adalah dengan memberi mereka dorongan. Dengan adanya support dari orangtua, anak-anak bisa mengembangkan kemandiriannya lebih baik. Jangan mengkritik karena itu bisa membuat mereka takut dan menghentikan ekplorasi diri.

Lagipula, bila Anda sering mengkritik, anak akan merasa bergantung pada Anda terus-terusan dan meminta bantuan di setiap keputusan yang akan mereka ambil. Beri mereka pujian bila berhasil melakukan sesuatu dengan sendiri karena itu juga bisa membuat kepercayaan diri mereka meningkat.

  1. Ajukan Pertanyaan

Langkah terakhir, ajukan pertanyaan pada mereka sesering mungkin akan hal yang mereka lakukan. Ini bisa juga membantu mereka untuk mengembangkan kemandirian. Ketika Anda bertanya, Anda akan tahu apa yang anak-anak rasa dan pikirkan. Tak hanya itu, anak-anak juga akan merasa lebih diperhatikan bila Anda sering menanyai mereka.

Melatih kemandirian anak bisa dilakukan dengan banyak cara seperti yang ada di atas Biarkan mereka mengekplorasi diri sendiri tanpa takut kotor atau bau karena DOREMI Thomas & Friends bisa mengatasinya. Selain shampoo anakm ada juga sabun dan pewangi. Juga didukung program #GreatAdventureAwaits dari DOREMI yang juga bisa membantu anak berekplorasi tanpa harus takut bau dan kotor.

Saat Wanita Menjadi Single Parents Maka 3 Peran Ayah Inipun Harus Kita Gantikan

 Single parents merupakan istilah untuk orang tua tunggal atau seseorang yang hidup atau tengah membesarkan anak nya seorang diri baik itu tanpa suami atau tanpa istri. Menjadi seorang single parents itu bisa karena perceraian atau kematian. Menjadi seorang single parent bukanlah hal yang mudah. Segala sesuatu tentang anak kita baik buruknya harus kita tanggung dan atasi sendiri. Tumbuh kembang anak dan segala tentang kebutuhannya menjadi tanggungjawab kita seorang diri. Sebenarnya tak ada seorang pun yang ingin berada dalam posisi ini, namun jika kita harus berperan dalam posisi ini bagaimana ya? Ketika kita seorang wanita harus menjadi seorang single parents maka 2 peran ayah ini harus kita gantikan, yaitu :

  1. Menafkahi Anak

Saat kita ditakdirkan menjadi single parents maka kewajiban yang seharusnya dilakukan ayahnya harus kita lakukan yaitu menafkahinya. Segala kebutuhan hidup sehari harinya untuk makan, jajan, sekolahnya dan keperluan lainnya menjadi tanggung jawab kita ketika si ayah sudah tak mau menafkahinya. Tak jarang seorang ibu banting tulang setiap harinya agar anaknya bisa tetap makan dan tidak putus sekolah. Tak sedikit seorang wanita rela saat panas kepanasan dan saat hujan kehujanan hanya untuk memenuhi kebutuhan anaknya agar tidak kekurangan dan selalu berkecukupan. Saat si kecil sakit kita harus mengeluarkan uang untuk periksa ke dokter dan merawatnya sendirian sampai si kecil sembuh.

  1. Melindungi Anak

Saat anak sedih ketika diejek atau berkelahi dengan temannya maka kita yang harus menenangkanya. Membuat si kecil merasa nyaman dan aman saat bersama kita dan melindunginya saat dia merasa tak aman dan terancam. Memupuk keberanian dalam dirinya agar mampu menjaga diri ketika berada di luar sana dan mampu mengatasi dan keluar dari masalah yang dihadapinya.

  1. Mengajarkan Anak

Mengajarkan anak membaca, menulis dan berhitung menjadi tanggungjawab kita sendiri pada saat menjadi orang tua tunggal. Selain itu kita harus mengajarkan mereka bersepada, yang biasanya itu diajarkan oleh ayahnya. Dan juga karena tidak adanya pigur laki laki disamping anak kita maka kita yang harus mengajarkan bagaimana cara bermain bola dan permainan laki laki lainnya.

Itulah 3 peranan ayah yang harus dijalankan seorang wanita ketika menjadi single parents. Berikanlah selalu yang terbaik untuk anak kita meski itu harus dijalani sendirian.